Klasifikasi developer perumahan di Indonesia pada umumnya memang dibedakan berdasarkan segmen perumahan yang dibangun, yaitu developer perumahan subsidi dan developer perumahan non-subsidi (komersial). Namun, istilah “developer perumahan biasa” sebaiknya diganti dengan istilah yang lebih tepat secara industri dan regulasi, yaitu developer perumahan komersial atau non-subsidi.
Jenis Developer Perumahan di Indonesia
Secara umum, developer atau pengembang perumahan di Indonesia dapat dibedakan menjadi dua jenis berdasarkan skema pembiayaan dan segmentasi perumahan yang dikembangkan, yaitu developer perumahan subsidi dan developer perumahan non-subsidi (komersial).
1. Developer Perumahan Subsidi
Developer perumahan subsidi adalah pengembang yang membangun rumah dalam program pemerintah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Program ini bertujuan menyediakan hunian layak dengan harga terjangkau melalui bantuan atau fasilitas dari pemerintah.
Perumahan subsidi umumnya memperoleh dukungan pemerintah dalam bentuk:
– subsidi bunga KPR;
– bantuan uang muka;
– fasilitas pembiayaan perumahan;
– atau insentif tertentu dari pemerintah.
Karena termasuk program pemerintah, developer perumahan subsidi wajib memenuhi berbagai ketentuan khusus, antara lain:
– batas harga jual rumah;
– spesifikasi teknis bangunan;
– ketentuan luas tanah dan bangunan;
– serta persyaratan administratif yang ditetapkan pemerintah.
Segmen pasar utama perumahan subsidi adalah masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang memenuhi persyaratan program perumahan pemerintah.
2. Developer Perumahan Non-Subsidi (Komersial)
Developer perumahan non-subsidi atau komersial adalah pengembang yang membangun dan menjual perumahan tanpa bantuan atau subsidi pemerintah.
Dalam jenis ini, pengembang memiliki fleksibilitas lebih besar dalam menentukan:
– harga jual;
– konsep kawasan;
– desain bangunan;
– fasilitas;
– dan segmentasi pasar.
Perumahan non-subsidi umumnya ditujukan untuk:
– kelas menengah;
– kelas menengah atas;
– maupun segmen premium.
Jenis properti yang dikembangkan dapat berupa:
– rumah tapak;
– townhouse;
– apartemen;
– ruko;
– kawasan mixed use;
– hingga perumahan mewah.
Karena tidak terikat skema subsidi pemerintah, pengembang komersial lebih berorientasi pada mekanisme pasar dan strategi bisnis properti.
