Pada sebuah proyek properti ada beberapa tipe pembayaran yang bisa diterapkan untuk membayar kontraktor. Sistem yang paling umum digunakan adalah sistem pembayaran termin. Sistem termin ini merupakan sistem yang paling adil karena pembayaran berbanding lurus dengan prestasi kerja kontraktor.
Pembaca The Delictum ketika akan membangun rumah, ruko atau membangun apapun, Anda dapat memilih berbagai metode pembayaran diantaranya adalah Metode Termin merupakan pembayaran yang dilakukan sesuai dengan progress pekerjaan di lokasi pembangunan. Sistem termin ini terdapat 2 (dua) pilihan, yaitu progress payment dan monthly progress payment. Karena berdasarkan progress maka kadang tidak setiap bulan kontraktor akan menerima pembayaran. Sedangkan pada sistem monthly progress, berapa pun percentage progress yang diperoleh pada setiap akhir bulan akan dibayar setiap bulannya.
Turnkey adalah sebuah metode pelaksanaan proyek yang didasari kontrak, di mana pihak kontraktor pelaksana setuju untuk merancang sepenuhnya, membangun dan melengkapi manufaktur / bisnis / fasilitas pelayanan dan baru akan menyerahkan hasil dari proyek itu setelah siap untuk operasi, untuk mendapatkan remunerasi atau pembayaran.
“Jangan mudah cook pada satu kontraktor, lakukan perbandingan”
Kalau mekanismenya standar kontrak, persaingannya ketat. Tetapi dengan sistem  turn key project , itu  win win solusion . Dari pihak pemilik proyek juga punya keuntungan karena semua proyek ketika masih berlangsung pembangunannya tidak membebani pembukuannya. Beban akan menjadi ke si pemilik proyek ketika itu sudah beroperasi.

jika dilihat dari kacamata pelaksana proyek atau kontraktor, selain margin yang lebih besar, perseroan juga dinilai mempunyai posisi tawar yang lebih baik dimata pemilik proyek, jika bersaing dengan kontraktor yang mengajukan skema kontrak standar.
Memang buat kontraktor cash flow nya berat, tapi margin nya baik. Ini lebih menguntungkan ketimbang  cash flow nya tidak berat tapi margin nya berdarah-darah.
Banyak developer yang mencari kontraktor yang bersedia mengerjakan proyek dengan sistem pembayaran turnkey terutama developer pemula yang tidak punya modal yang cukup untuk membayar kontraktor dengan sistem termin.
Turn key sangat mirip dengan kontrak Rancang-Bangun/ Design Build, pada jenis kontrak ini   sangat   mungkin   untuk   memisah   pekerjaan   perancangan   dengan   pelaksanaan konstruksinya walaupun dilakukan oleh satu penyedia jasa. Penyedia jasa bisa langsung mendapat upah jika menggunakan skema pembayaran termyn sesuai volume pekerjaan yang telah terselesaikan.
Kontrak Rancang Bangun / Design Build. Penyedia Jasa bertanggung jawab secara total (perencanaan dan pelaksanaan). Walaupun mungkin hal ini bermanfaat bagi Pengguna Jasa, namun kurang menguntungkan karena pengawasan kurang pada proses perencanaan dan sulit melakukan perubahan pada pelaksanaan. Penyedia Jasa bertanggung jawab atas perencanaan sesuai keinginan Pengguna Jasa termasuk semua disiplin (sipil, mekanikal, elektrikal, dsb). Pembayaran secara termyn, bukan sekaligus setelah pekerjaan selesai Turnkey sama dengan Design Build, hanya berbeda dalam cara pembayaran yang dilakukan sekaligus setelah pekerjaan selesai seluruhnya.



